Lagu-lagu Rap dari Jogjavanesia

Group musik Jawa aliran rap pertama yang gue kenal adalah 2nd Clan dan Neo. Kemudian, gue mulai kenal Jahanam, Anti Acne dan Rotra. Baru-baru ini, gue kenal Kill The Dj lewat lagunya “Jogja Tetap Istimewa” yang berkolaborasi dengan Jahanam, Rotra, dan rapper-rapper lainnya.

Gue dikenalin group rap aliran jawa sama sepupu gue yang merupakan orang Jawa. Keluarga gue, baik dari ayah maupun ibu sama-sama orang Jogja. Tapi pindah ke Sumatera. Itu alasan utama gue kenapa gue suka lagu-lagu dari Jawa meski gue gede di Palembang. Selain karena gue ngerti artinya, kuping gue juga suka dengerin alunan gamelan Jawa yang kayaknya udah akrab dari duluuuu sekali. Lagi pula, gue bangga banget sama orang-orang Jogja terutama generasi mudanya yang pada kreatif buat musik jawa dengan aliran rap. Itulah yang namanya mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan budaya aslinya (y)

Lagu-lagu yang gue suka antara lain Benthik,Goyanglah, Ada sumur di ladang, Oouw (2nd Clan), Jagal pabu, Wedangan (Neo), ngelmu pring (Rotra), dan Jogja Tetap Istimewa dari Jogja Hip Hop Foundation.

Untuk lagu terakhir, yaitu Jogja Tetap Istimewa, gue tau dari ayah gue yang juga merupakan pencinta lagu Jawa. Ayah gue orangnya gahol (re : gaul), jadi kupingnya gak ngerasa terganggu dengan lagu-lagu rap, rock, atau semacamnya yang biasanya gak disukai para orang tua dan booming di kalangan remaja atau anak muda. Ayah gue juga orangnya up to date. Dia pasang telinga pas lagi panas-panasnya keistimewaan Jogja bakal dihilangin. Makanya dia kedenger lagu Jogja Tetap Istimewa dan mati-matian nyari lagu itu di internet. Pas udah download, beliau ngasih tau gue dan nyuruh gue dengerin lagu tersebut. Hasilnya, sama kayak beliau, gue terkagum-kagum dan langsung masukin lagu itu ke dalam list favorite songs gue.

Selama gue tinggal di Palembang, cuma sekali gue denger lagu rap dari Palembang. Meski gue bukan orang Palembang asli, tapi lidah gue udah fasih ngomong bahasa Palembang layaknya penduduk asal. Dan gue, honestly gak suka sama lagu rap dari Palembang. No offense ya. Gue kan cuma mengemukakan pendapat.

Kenapa sih Ra, lo lebih suka lagu-lagu rap dari Jogja ketimbang Palembang?

Karena menurut gue, lagu-lagu rap dari Jogja itu lebih variatif dan kreatif. Mereka ngerap, tapi dalam komposisi musiknya ditambah sama alat-alat tradisional misalnya suling, gamelan, dan alat lainnya sebagai karakter utama lagu *cie elaaaahhh bahasa gue*. Jadi lagu-lagunya lebih dinamis.

Kemudian, lagu-lagu rap dari Jogja memiliki banyak makna. Mereka curhat, dan mengkritik. Di setiap lagu selalu bisa ditemukan peribahasa-peribahasa Jawa yang udah ribuan tahun umurnya dan mereka (rapper) bener-bener memanfaatkan lagu sebagai media komunikasi dengan rakyatnya pake bahasa yang juga merakyat, yaitu bahasa Jawa tanpa kesan menggurui. Bukan sekedar nunjukin kalo mereka dari Jogja dan pengen nyanyi doang.

Berikut ini adalah lirik dari Jogja Tetap Istimewa :

Holopis kuntul baris holopis kuntul baris

Jogja Jogja tetap istimewa

Istimewa negerinya istimewa orangnya

Jogja Jogja tetap istimewa

Jogja istimewa untuk Indonesia

Rungokno iki GATRA seko Ngayogyakarta

Negeri paling penak rasane koyo swargo

Ora peduli dunyo dadi neroko

Ning kene tansah edi peni lan mardiko

Tanah lahirkan tahta, TAHTA UNTUK RAKYAT

Di mana rajanya bersemi di Kalbu rakyat

Demikianlah singgasana bermartabat

Berdiri kokoh untuk mengayomi rakyat

Memayu hayuning bawono

Seko jaman perjuangan nganti merdeko

Jogja istimewa bukan hanya daerahnya

Tapi juga karena orang-orangnya

Tambur wis ditabuh, suling wis muni

Holopis kuntul baris ayo dadi siji

Bareng poro prajurit lan senopati

MUKTI utowo mati manunggal kawulo gusti

Menyerang tanpa pasukan

Menang tanpa merendahkan

Kesaktian tanpa ajian

Kekayaan tanpa kemewahan

Tenang bagai ombak gemuruh laksana merapi

Tradisi hidup ditengah modernisasi

Rakyatnya njajah deso milang koli

Nyebarake seni lan budhi pekerti

Elingo kabare Sri Sultan Hamengku Buwono Kaping IX

Sak duwur-duwure sinau kudune dhewe tetep wonh jowo

Diumpamake kacang kang ora ninggalke lanjaran

Marang bumi sing nglairake dewe tansah kelingan

Ing ngarso sung tulodo

Ing madya mangun karso

Tut wuri handayani

Holopis kuntul baris ayo dadi siji

Sepi ing pamrih rame ing nggawe

Sejarah ning kene wis mbuktikake

Jogja istimewa bukan hanya tuk dirinya

Jogja istimewa untuk Indonesia

DITULIS & ARANSEMEN : Kill The DJ & Balance

Rapper Crew : Ki Jarot (Kill The DJ- Jahanam- Rotra)

Produksi : Jogja Hip Hop Foundation

9 thoughts on “Lagu-lagu Rap dari Jogjavanesia

  1. gw suka lagu’y..bagus bgt sm sekaligus mempromosikan keunikan negara kita…sukses bwt kalian…jgn berhenti berkreasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s